<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353</id><updated>2011-11-24T18:43:45.314+07:00</updated><category term='Kesehatan'/><title type='text'>Cipto Adhi Setiawan</title><subtitle type='html'>nama asli pemilik masenchipz.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-4372891430394263835</id><published>2009-03-19T11:40:00.004+07:00</published><updated>2009-03-19T11:47:32.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Biji tomat obati stroke</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHNwVZNpiI/AAAAAAAAArI/PkfKzcZ1JKk/s1600-h/to.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHNwVZNpiI/AAAAAAAAArI/PkfKzcZ1JKk/s320/to.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314755265534207522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan khasiat biji tomat bagi kesehatan.Seperti yang dikutip majalah kesehatan Prevention, Asim K Dutta-Roy, Ph D, sang peneliti, &lt;span id="fullpost"&gt; mengatakan bahwa cairan licin atau jeli berwarna kuning yang terdapat di sekitar biji tomat mengandung senyawa atau bahan campuran yang manjur untuk melawan stroke dan penyakit jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian diketahui, jika Anda minum jus tomat tanpa membuang bijinya, berarti Anda telah mengurangi risiko terjadinya penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung sekitar 72 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika saat memasak selama ini Anda membuang biji tomat karena kurang menyukai atau merasa jijik, terutama pada cairan licinnya, hentikan kebiasaan itu. Sertakan biji tomat ke dalam resep-resep masakan Anda karena benar-benar berkhasiat.&lt;br /&gt;sumber : kompas yang dikutip oleh http://www.jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=081125120539&lt;br /&gt;Sumber : http://masenchipz.com/biji-tomat-obati-stroke&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-4372891430394263835?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/4372891430394263835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=4372891430394263835&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/4372891430394263835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/4372891430394263835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2009/03/biji-tomat-obati-stroke.html' title='Biji tomat obati stroke'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHNwVZNpiI/AAAAAAAAArI/PkfKzcZ1JKk/s72-c/to.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-4342712744968893488</id><published>2009-03-19T11:25:00.004+07:00</published><updated>2009-03-19T11:37:27.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesehatan'/><title type='text'>Khasiat buah pisang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHLvWMqj9I/AAAAAAAAArA/QJQ2DNL0wyo/s1600-h/pisang.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHLvWMqj9I/AAAAAAAAArA/QJQ2DNL0wyo/s320/pisang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314753049546887122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jangan menyepelekan khasiat buah pisang. Selain menjadi favorit sebagian besar atlet lokal maupun internasional, karena mengenyangkan tapi tak membuat gemuk, pisang juga sangat berkhasiat bagi kesehatan serta kecantikan.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah ini tak hanya mudah di cerna, tapi juga mengandung 9 kandungan gizi dan mengembalikan energi. Dibanding buah lain, pisang memang cenderung mudah dinikmati karena tidak perlu lagi diolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tahu saja, sebuah pisang yang matang akan mengandung 99 gram (gr) kalori, 1,2 gr protein, 0,2 gr lemak, 25,8 miligram (mg) karbohidrat, 0,7 gr serat, 8 mg kalsium, 28 mg fosfor, 0,5 mg besi, 44 RE vitamin A, 0,08 mg vitamin B, 3 mg vitamin C dan 72 gr air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk mendapatkan manfaatnya, Anda perlu cermat memilih. Pasalnya hanya pisang yang matang saja yang dapat mengubah gula darah menjadi glukosa alami, serta cepat diabsorsi ke dalam peredaran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri pisang yang matang, adalah pisang yang kulitnya berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak cokelat atau kuning. Semua kandungan dalam pisang matang tersebut, akan memberikan beberapa manfaat kesehatan, terutama bagi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sumber Tenaga&lt;br /&gt;Pisang dapat dicerna dengan mudah, sehingga gula yang terdapat didalamnya akan diubah menjadi sumber tenaga yang baik untuk pembentukan tubuh, kerja otot dan juga sangat bagus untuk menghilangkan lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibu Hamil&lt;br /&gt;Wanita yang tengah hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi pisang, karena mengandung asam folat tinggi yang penting bagi kesempurnaan janin, pembentukan sel-sel baru dan mencegah terjadi cacat bawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pisang matang, akan mengandung sekitar 85-100 kalori. Sehingga dengan memakan dua pisang segar, kebutuhan asam folat yang sekitar 58 mikrogram dapat terpenuhi. Di samping itu pisang akan membantu menjaga kadar gula darah yang dapat mengurangi morning sick, sehingga pisang sangat baik untuk cemilan ibu hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penderita Anemia&lt;br /&gt;Kandungan zat besi yang cukup tinggi pada pisang, dapat menstimulasi produksi hemoglobin dalam darah bagi penderita anemia. Dua buah pisang sehari, sangat baik untuk penderita anemia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penderita Sakit Maag&lt;br /&gt;Sebagai buah yang dapat dikonsumsi langsung, pisang tak membuat iritasi atau kerusakan usus bagi penderita maag. Buah ini sering digunakan untuk melawan penyakit usus, sebab teksturnya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang juga dapat menetralkan kelebihan asam lambung dan melapisi perut sehingga mampu mengurangi iritasi. Bagi yang mengalami penyakit usus atau kolik akibat asam lambung, Anda dapat mengkonsumsinya dengan di campur pada segelas susu cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penderita Penyakit Lever&lt;br /&gt;Bagi penderita lever, dua buah pisang sehari dengan tambahan satu sendok madu, akan baik untuk menambah nafsu makan dan meningkatkan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Penderita Luka Bakar&lt;br /&gt;Khusus untuk penderita luka bakar, Anda dapat menggunakan daun pisang sebagai pengobatan. Caranya, kulit yang terbakar dioles dengan campuran abu daun pisang dan minyak kelapa. Campuran ini mampu mendinginkan kulit yang terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Yang Mengalami Stress&lt;br /&gt;Pisang mengandung potasium, yaitu mineral vital yang membantu menormalkan detak jantung, mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan kadar air dalam tubuh. Ketika mengalami stress, metabolisme tubuh akan meningkat drastis sehingga mengurangi kadar potasium tubuh. Dengan pisang, potasium dalam tubuh kadarnya akan seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Penderita Stroke&lt;br /&gt;Berdasarkan riset The New England Journal of Medicine, mengkonsumsi pisang setiap hari akan menurunkan resiko kematian akibat stroke hingga 40%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengontrol Temperatur&lt;br /&gt;Di beberapa negara, pisang dipandang sebagai makanan pendingin yang dapat menurunkan temperatur fisik dan emosional ibu hamil. Di Thailand contohnya, ibu hamil mengkonsumsi pisang untuk memastikan bayi lahir dengan temperatur sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Meningkatkan Kekuatan Otak&lt;br /&gt;Di sebuah sekolah Inggris, 200 pelajar mampu menyelesaikan ujian akhir hanya dengan sarapan pisang. Mereka juga kerap mengkonsumsi pisang saat jam istirahat serta makan siang, sebab pisang mampu meningkatkan kekuatan otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Inggris tersebut merupakan responden sebuah riset, dan membuktikan bahwa kandungan potasium pada pisang membuat para pelajar jadi lebih aktif dalam proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, pisang juga bermanfaat bagi kecantikan. Seperti juga pada buah-buah lain, seperti alpukat, bengkuang dan mentimun, pisang juga kerap dijadikan sebagai masker wajah, atau untuk mengatasi rambut rusak dan menghaluskan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisang juga punya peranan dalam menurunkan atau menaikkan berat badan. Sebuah penelitian telah membuktikan, bahwa seseorang mampu menurunkan berat badannya dengan berdiet pisang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin menghilangkan berat badan, caranya gampang. Setiap hari konsumsilah empat buah pisang dan empat gelas susu non fat atau susu cair dalam sehari. Lakukan selama tiga hari dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pisang dan susu tersebut, Anda mendapatkan 1,250 kalori. Menu ini cukup menyehatkan bagi tubuh Anda. Selain menurunkan berat badan, diet pisang juga membantu kulit wajah menjadi lebih bersih dan tidak berminyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang ingin menambah bobot tubuh, konsumsilah satu gelas banana shake yang dicampur madu, kacang dan mangga, sesudah makan. Menu ini bila dikonsumsi setiap hari, akan membantu menaikkan berat badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak yang tahu, bahwa pisang ternyata juga mampu membantu perokok mengatasi kecanduan nikotin. Kandungan vitamin B6 dan B12 yang terdapat di pisang, dapat menetralisir pengaruh nikotin dalam tubuh. Bahkan enzim bromelain yang terkandung di pisang pun, terbukti dapat meningkatkan libido pria.&lt;br /&gt;Sumber : izoel pada http://www.halohalo.co.id/berita/berita/12/3/1107/Khasiat%20Pisang%20Untuk%20Kesehatan%20dan%20Kecantikan.htm&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;http://masenchipz.com/khasiat-buah-pisang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-4342712744968893488?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/4342712744968893488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=4342712744968893488&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/4342712744968893488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/4342712744968893488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2009/03/khasiat-buah-pisang.html' title='Khasiat buah pisang'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/ScHLvWMqj9I/AAAAAAAAArA/QJQ2DNL0wyo/s72-c/pisang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-6077808822345897495</id><published>2008-11-25T13:18:00.005+07:00</published><updated>2008-12-02T16:22:42.776+07:00</updated><title type='text'>Kisah Cinta Seekor Cicak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuZBIFmsgI/AAAAAAAAAc8/BHJRGXj4I2M/s1600-h/cin.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuZBIFmsgI/AAAAAAAAAc8/BHJRGXj4I2M/s200/cin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272476033397207554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika sedang merenovasi rumah, seorang pemuda cuba meruntuhkan suatu tembok. Rumah di Japan biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang dibuat dari kayu. Ketika tembok itu mulai roboh, dia menemui seekor cicak yang terperangkap di antara ruangkosong itu kerana kakinya&lt;span id="fullpost"&gt; melekat pada sebatang paku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa kasihan sekaligus heran. Lalu dia memperhati paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan keadaan terperangkap selama 10 tahun??? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu lalu berfikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya…. AHHHH!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ini sebuah cinta…cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki kurnia yang begitu mengagumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral.&lt;br /&gt;Saya tersentuh ketika mendengar cerita ini. Lalu saya mulai berfikir tentang hubungan yang terjalin antara keluarga, teman, kekasih, saudara lelaki, saudara perempuan….. Seiring dengan berkembangnya teknologi, akses kita untuk mendapatkan informasi berkembang sangat cepat. Tapi tak peduli sejauh apa jarak diantara kita, berusahalah semampumu untuk tetap dekat dengan orang-orang yang kita kasihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini berasal dari Japan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : anonymous&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-6077808822345897495?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/6077808822345897495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=6077808822345897495&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6077808822345897495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6077808822345897495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/kisah-cinta-seekor-cicak.html' title='Kisah Cinta Seekor Cicak'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuZBIFmsgI/AAAAAAAAAc8/BHJRGXj4I2M/s72-c/cin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-2233097334786139120</id><published>2008-11-25T13:09:00.006+07:00</published><updated>2008-11-26T15:23:35.304+07:00</updated><title type='text'>Kisah 5 Kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SS0Hd2mU5BI/AAAAAAAAAds/71tf5DsPRPM/s1600-h/kata1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SS0Hd2mU5BI/AAAAAAAAAds/71tf5DsPRPM/s200/kata1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272878948174586898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah benda abstrak. Ada Cinta, Kekayaan, Kecantikan, Kegembiraan, Kesedihan dan sebagainya. Pada awalnya mereka hidup bersama-sama dengan aman dan saling memerlukan. Namun pada suatu hari, badai datang menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba   bergelombang dan menimbulkan ombak yang sangat besar dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni di pulau itu segera berusaha menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta sangat bimbang kerana ia tidak pandai berenang dan tidak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai untuk meminta bantuan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki Cinta. Tidak lama kemudian kelihatan Kekayaan sedang mengayuh perahu.&lt;br /&gt;?Kekayaan! Kekayaan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Dengan segera Kekayaan pun menjawab, ?Ohh! Maafkan aku Cinta?E kata Kekayaan. ?EPerahuku telah penuh dengan semua hartaku. Aku tak dapat membawamu bersama, nanti perahu ini akan tenggelam. Lagi pun tak ada ruang lagi untuk kau di perahuku ini.? Cinta amat sedih sekali, namun kemudiannya dia melihat Kegembiraan melintasi di depannya dengan sebuah perahu.&lt;br /&gt;?Kegembiraan! Tolonglah aku!?Eteriak Cinta. Oleh kerana Kegembiraan terlalu gembira kerana dia telah menjumpai sebuah perahu, dia langsung tidak mendengari teriakan Cinta. Air semakin meninggi membasahi Cinta sampai ke paras pinggang dan Cinta semakin panik. Tidak lama selepas itu, lalulah Kecantikan di depannya.&lt;br /&gt;?EKecantikan! Bawalah aku bersamamu!?Eteriak Cinta&lt;br /&gt;?Wah, Cinta kamu sudah basah dan kotor. Aku tak boleh membawamu bersama. Nanti kau akan mengotorkan perahuku yang indah ini.?E sahut Kecantikan. Cinta amat sedih mendengarnya. Cinta mula menangis terisak-isak.&lt;br /&gt;?Apa kesalahanku, mengapa semua orang tidak mempedulikan aku??E rintihnya sayu.&lt;br /&gt;Ketika Cinta sedang menangis, lalulah pulak Kesedihan dengan perahunya.&lt;br /&gt;?Ohh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu,?Ekata Cinta.&lt;br /&gt;?Maaf, Cinta. Aku sedang bersedih dan aku ingin bersendirian?E kata Kesedihan sambil terus mendayung perahunya. Cinta sudah mula putus asa. Air semakin naik dan akan menenggelamkannya. Cinta terus berharap agar dirinya akan diselamatkan orang. Dia berdoa kepada Tuhan. ?Oh Tuhan tolonglah aku, apa akan terjadi pada dunia tanpa aku, tanpa Cinta?.?&lt;br /&gt;Pada saat yang kritikal itu, tiba-tiba terdengar suara memanggilnya, ?Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!.?E Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua berjanggut panjang memutih sedang mendayung perahunya. Cinta pun naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.&lt;br /&gt;Kemudian setibanya di pulau yang berhampiran, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera meninggalkan pulau itu. Pada ketika itulah, baru Cinta sedar bahawa dia tidak mengetahui siapakah gerangan orang tua itu yang baik hati dan telah menyelamatkannya itu. Cinta segera bertanya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang itu.&lt;br /&gt;?Oh, orang tua tadi? Dia ialah Waktu!¢ kata orang itu.&lt;br /&gt;Cinta pun bertanya lagi. ?Tapi mengapakah dia menyelamatkan aku? Aku tak kenal dia. Sedangkan kawan-kawan yang mengenaliku langsung tidak mahu menolongku,?Etanya Cinta kehairanan.&lt;br /&gt;?Sebab, hanya Waktulah yang tahu betapa berharganya Cinta itu?E kata orang itu. Setelah itu fahamlah Cinta akan kepentingannya di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral:&lt;br /&gt;Adakah CINTA perlukan KEKAYAAN, KECANTIKAN, KESEDIHAN dan KEGEMBIRAAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melasayang-Hokaido&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-2233097334786139120?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/2233097334786139120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=2233097334786139120&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2233097334786139120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2233097334786139120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/kisah-5-kata.html' title='Kisah 5 Kata'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SS0Hd2mU5BI/AAAAAAAAAds/71tf5DsPRPM/s72-c/kata1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-997447566517779595</id><published>2008-11-25T13:05:00.004+07:00</published><updated>2008-11-26T15:09:52.349+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Keledai</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuV_4I22cI/AAAAAAAAAcs/EyWP23oKzHg/s1600-h/donkai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuV_4I22cI/AAAAAAAAAcs/EyWP23oKzHg/s200/donkai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272472713401129410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh kedalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam, sementara sipetani memikirkan apa yang harus dilakuaknnya. Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu perlu ditimbun(ditutup karena berbahaya), &lt;span id="fullpost"&gt;jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga - tetangganyauntuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah kedalam sumur. Pada mulanya ,ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.tetapi kemudian,semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. setelah beberapa sekop tanah dituangkan kedalam sumur, sipetani melihat kedalam sumur dan tercengang atas apa yang dilihatnya. Walaupun punggungnya yang terus ditimpa oleh bersekop - sekop tanah dan kotoran, sikeledai melakukan sesuatu yang menabjubka. ia menguncang - guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah,lalu menaiki tanah itu. sementara tetangga -tetangga si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu. si keledai terus menguncangkan badannya dan melangkah naik. segera saja,semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan terus saja menuangkan segala macam tanah dan kotoran kepadamu. cara untuk keluar dari sumur(kesedihan , masalah , beban pikiran) adalah dengan mengguncangkan hal - hal tersebut sebagai pijakan. setiap masalah dalam hidup kita merupakan batu pijakan untuk melangkah. kita dapat keluar dari sumur yang terdalam dengan terus berjuang. jangan pernah menyerah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : anonymous&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-997447566517779595?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/997447566517779595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=997447566517779595&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/997447566517779595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/997447566517779595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/belajar-dari-keledai.html' title='Belajar Dari Keledai'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuV_4I22cI/AAAAAAAAAcs/EyWP23oKzHg/s72-c/donkai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-6837600990917496619</id><published>2008-11-25T12:57:00.003+07:00</published><updated>2008-11-26T15:09:21.098+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sebuah Jam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuU93OTbOI/AAAAAAAAAck/H1zrM3oV5kc/s1600-h/clock.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuU93OTbOI/AAAAAAAAAck/H1zrM3oV5kc/s200/clock.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272471579284172002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetik paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" tanya si pembuat jam.&lt;span id="fullpost"&gt; "Lapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" cadang si pembuat jam. "Dalam satu jam harus berdetik 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;Tukang jam dengan penuh kesabaran kemudian berkata lagi kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetik satu kali setiap detik?" "Oh, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh semangat.&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetik satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa kerana ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetik tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetik sebanyak 31,104,000 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang kita anggap mustahil untuk dilakukan sekalipun. (anonimous)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-6837600990917496619?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/6837600990917496619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=6837600990917496619&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6837600990917496619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6837600990917496619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/kisah-sebuah-jam.html' title='Kisah Sebuah Jam'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuU93OTbOI/AAAAAAAAAck/H1zrM3oV5kc/s72-c/clock.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-676142588566743108</id><published>2008-11-25T12:45:00.009+07:00</published><updated>2008-11-26T15:11:28.904+07:00</updated><title type='text'>Kisah Seekor Kupu-kupu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuSEhkiuEI/AAAAAAAAAcc/mRpQst8eUdE/s1600-h/kupu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuSEhkiuEI/AAAAAAAAAcc/mRpQst8eUdE/s200/kupu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272468395196069954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan &lt;span id="fullpost"&gt;Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.&lt;br /&gt;Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin&lt;br /&gt;akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak pernah terjadi.&lt;br /&gt;Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah proses Alami yang di gariskan Allah SWT, untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral&lt;br /&gt;Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Allh SWT membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan.&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang" Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan maha Penyayang. Kita memohon Kekuatan...Dan Allah SWT memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan...Dan Allah SWT memberi kita berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.&lt;br /&gt;Kita memohon kemakmuran...Dan Allah SWT memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran. Kita memohon Keteguhan Hati...Dan Allah SWT memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi. Kita memohon Cinta...Dan Allah SWT memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.&lt;br /&gt;Kita memohon Kemurahan Kebaikan Hati...Dan Allah SWT memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti. Begitulah cara Allah SWT membimbing Kita... Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?&lt;br /&gt;Kadang Allah SWT tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Allah SWT memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita. (Anonymous)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Wallahu alam---  &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-676142588566743108?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/676142588566743108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=676142588566743108&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/676142588566743108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/676142588566743108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/kisah-seekor-kupu-kupu.html' title='Kisah Seekor Kupu-kupu'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuSEhkiuEI/AAAAAAAAAcc/mRpQst8eUdE/s72-c/kupu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-1841797898058220353</id><published>2008-11-24T23:11:00.007+07:00</published><updated>2008-11-26T15:12:01.762+07:00</updated><title type='text'>Kucing Vegetarian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuHHOVqu7I/AAAAAAAAAcU/JMOFXvwzurc/s1600-h/cat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 80px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuHHOVqu7I/AAAAAAAAAcU/JMOFXvwzurc/s200/cat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272456346945108914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dapatkah seekor kucing menjadi vegetarian? Kebanyakan dokter hewan akan berkata, "Tidak mungkin. Saya tidak pernah mendengar hal seperti itu. Bagi kucing, lebih baik mati dari pada menjadi vegetarian!" Tetapi Saudari Liu punya seekor kucing yang sangat luar biasa, bernama "Bighead (si Kepala Besar)" &lt;span id="fullpost"&gt;yang sangat ketat bervegetarian, menolak untuk menyentuh makanan apa saja yang berbau daging, bahkan juga "daging" vegetarian. Di bawah ini adalah cerita yang menarik dari kucing yang luar biasa ini.&lt;br /&gt;Tuhan pasti telah mengatur agar saudari Liu bertemu dengan Bighead. Setelah diinisiasi, saudari Liu tidak memelihara binatang sebab dia harus bervegetarian dan tidak suka akan bau binatang. Kemudian pada suatu hari, dia pindah ke rumah yang baru. Setelah memindahkan barang-barang, dia menemukan seekor kucing liar yang badannya kecil dan kurus kering di tangga apartemennya, dan untuk beberapa hari dia memberikan susu dan biskuit pada kucing itu.&lt;br /&gt;Saudari Liu mengajar Bahasa Inggris di rumah, dan suatu hari sebelum kelas dimulai, kucing itu mengikuti muridnya masuk ke dalam apartemennya. Tetapi, saudari Liu yang selalu menjaga kebersihan rumahnya, tidak mau memelihara binatang itu dan mengeluarkannya. Pada malam itu, beberapa saudara sepelatihan datang ke rumah saudari Liu untuk meditasi kelompok, dan seorang dari mereka mengusulkan agar saudari Liu memelihara kucing yang tak berdaya itu. Pada hari berikutnya, ketika saudari Liu melihat kucing itu di tangga, dia membuka pintu dan berkata pada si kucing, "Jika kamu ingin tinggal bersama saya, kamu harus menjadi vegetarian seperti saya." Kemudian saudari Liu mulai menghitung dari satu sampai sepuluh dan dia memutuskan akan menutup pintu jika si kucing kecil itu tidak masuk ke dalam rumah sebelum dia selesai menghitung. Tetapi ketika dia menghitung sampai delapan, si kucing dengan perlahan berjalan masuk dan mulai saat itu menjadi anggota keluarga saudari Liu.&lt;br /&gt;Apa yang sebenarnya dimakan oleh Bighead? Saya yakin semuanya ingin tahu tentang itu! Bighead makan ketimun, tunas alfalfa, pepaya, buah kesemak, apel, pir, seledri, kubis, tomat, serat daging vegetarian, biskuit, dan bahkan pothos rebus (potted golden pothos). Dia terutama sangat suka akan ketimun, tunas alfalfa dan makanan asam manis. Bahkan sekarang dia mendapat hal-hal baru dalam daftar makanannya! Hal lain yang menarik dari kucing ini adalah dia memilih makanan yang ringan. Dia menolak makanan vegetarian yang menyerupai daging. Luar biasa! Kita tahu bahwa kucing tidak punya gigi geraham, lalu bagaimana Bighead mengunyah makanan? Saudari Liu mengunyah makanan itu duluan dan kemudian menempatkan sepotong kecil, yang tidak lebih besar dari kacang ijo, di telapak tangannya dan memberi makan pada si kucing. Setiap kali makan akan menghabiskan waktu sekitar satu jam. Pada permulaan, Bighead belum dapat mengontrol rahangnya dengan baik dan giginya menggarut jari saudari Liu, tetapi sekarang kucing pandai itu telah belajar bagaimana menjilat makanan tanpa melukai majikannya. Dari sini kita tahu kalau binatang pun punya perasaaan dan sangat berpengertian.&lt;br /&gt;Ketika Saudari Liu membawa Bighead ke dokter hewan untuk pertama kalinya, kucing itu mengambil sikap bertahan dan galak. Setelah tiga kali berkunjung, kucing itu menjadi jinak, tenang dan sangat bekerja sama. Pada mulanya dokter hewan itu tidak percaya kalau kucing dapat menjadi vegetarian, tetapi kemudian dia tertawa dan berkata kalau Bighead akan segera menjadi "tercerahkan," dan melalui insiden ini dia mulai mengenal ajaran Guru. Di bawah pemeliharaan yang teliti, kucing tak berbulu ini mulai mempunyai bulu lagi dan karena berdiet vegetarian, dia tidak berbau seperti halnya binatang lainnya.&lt;br /&gt;Bighead adalah seekor kucing spiritual "Quan Yin". Dia berjalan dengan tenangnya di antara para inisiat yang datang untuk bermeditasi bersama, dan setelah bermeditasi, seorang saudara sepelatihan mendapatkan Bighead duduk tak bergerak pada lututnya, sepertinya dia sedang bermeditasi. Ketika para inisiat bersiap-siap untuk pulang setelah sesi meditasi selesai, kucing itu duduk di bantal dari setiap orang selama beberapa saat, supaya mendapatkan berkah. Bighead juga adalah weker dari saudari Liu. Setiap pagi, si kucing membangunkan saudari Liu untuk mengingatkan dia akan saat meditasi!&lt;br /&gt;Sejak Bighead mulai makan makanan vegetarian, dia menjadi jinak dan bertingkah laku menyenangkan, yang membuatnya menjadi terkenal di antara para dewasa dan anak-anak. Tetapi dia juga sensitif. Dia menyembunyikan diri jika ada orang asing yang datang, tetapi keluar dengan segera untuk menyambut para inisiat. Ketika murid saudari Liu datang, dia bersembunyi, tetapi ketika anak-anak inisiat datang ke rumah saudari Liu, dia bermain dengan mereka dan membiarkan mereka mengelus tubuhnya. Kucing yang sangat menyenangkan!&lt;br /&gt;Bighead tinggal dengan gembira dan bebas di rumah saudari Liu, dimana dia menikmati meluncur di lantai yang bersih dan berjungkirbalik ketika dia berada sendirian di rumah. Saudari Liu telah belajar tentang kebajikan, cinta dan kesabaran dari Bighead, dan sekarang mengerti kalau binatang pun mempunyai aspek kerohanian, yang berbeda hanyalah mereka menggunakan bahasa yang berlainan. Bighead adalah suatu bukti nyata bahwa binatang peliharaan dapat menjadi vegetarian, yang membuat mereka lebih sehat dan memiliki bulu yang lebih indah. (Silahkan melihat rujukan pada "Diet Vegetarian Menyelamatkan Anjing," Majalah News No. 134.) Apakah kalian ingin mencoba gaya hidup saudari Liu? Mungkin binatang peliharaan kalian akan menjadi kucing atau anjing vegetarian yang berbahagia.&lt;br /&gt;Diceritakan oleh Saudari Sepelatihan&lt;br /&gt;Taipei, Formosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-1841797898058220353?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/1841797898058220353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=1841797898058220353&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/1841797898058220353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/1841797898058220353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/11/kucing-vegetarian.html' title='Kucing Vegetarian'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SSuHHOVqu7I/AAAAAAAAAcU/JMOFXvwzurc/s72-c/cat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-966345322562656961</id><published>2008-04-28T14:30:00.009+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:02.385+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kepiting</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV-D7v6aMI/AAAAAAAAAbU/jXWepo0jJBY/s1600-h/aaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV-D7v6aMI/AAAAAAAAAbU/jXWepo0jJBY/s200/aaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194196351285094594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin banyak yang tahu wujud kepiting, tapi tidak banyak yang tahu sifat kepiting. Semoga Anda tidak memiliki sifat kepiting yang dengki. Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu &lt;span id="fullpost"&gt;dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat.&lt;br /&gt;Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.&lt;br /&gt;Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil buruannya selalu berusaha meloloskan diri.&lt;br /&gt;Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.&lt;br /&gt;Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar.&lt;br /&gt;Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turunâ€¦ dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar.&lt;br /&gt;Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.&lt;br /&gt;Begitu pula dalam kehidupan ini tanpa sadar kita juga terkadang menjadi seperti kepiting-kepiting itu.&lt;br /&gt;Yang seharusnya bergembira jika teman atau saudara kita mengalami kesuksesan kita malahan mencurigai, jangan-jangan kesuksesan itu diraih dengan jalan yang nggak bener.&lt;br /&gt;Apalagi di dalam bisnis atau hal lain yang mengandung unsur kompetisi, sifat iri, dengki, atau munafik akan semakin nyata dan kalau tidak segera kita sadari tanpa sadar kita sudah membunuh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Kesuksesan akan datang kalau kita bisa menyadari bahwa di dalam bisnis atau persaingan yang penting bukan siapa yang menang, namun terlebih penting dari itu seberapa jauh kita bisa mengembangkan diri kita seutuhnya.&lt;br /&gt;Jika kita berkembang, kita mungkin bisa menang atau bisa juga kalah dalam suatu persaingan, namun yang pasti kita menang dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Pertanda seseorang adalah kepiting:&lt;br /&gt;1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak&lt;br /&gt;2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan&lt;br /&gt;3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;..Seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun yahâ€¦ dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya&lt;br /&gt;Coba renungkan berapa waktu yang Anda pakai untuk memikirkan cara-cara menjadi pemenang. Dalam kehidupan sosial, bisnis, sekolah, atau agama. Dan gantilah waktu itu untuk memikirkan cara-cara pengembangan diri Anda menjadi pribadi yang sehat dan sukses.&lt;br /&gt;Betapa pun banyaknya kucing berkelahi, selalu saja banyak anak kucing lahir.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-966345322562656961?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/966345322562656961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=966345322562656961&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/966345322562656961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/966345322562656961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/04/tentang-kepiting.html' title='Tentang Kepiting'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV-D7v6aMI/AAAAAAAAAbU/jXWepo0jJBY/s72-c/aaaaaaaaaaaaaaaaa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-2420988813795582228</id><published>2008-04-28T13:51:00.005+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:02.564+07:00</updated><title type='text'>sepenggal Surat dari ayam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV1brv6aLI/AAAAAAAAAbM/bMmLfjVRSIc/s1600-h/ciptoadhisetiawan+analogi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV1brv6aLI/AAAAAAAAAbM/bMmLfjVRSIc/s200/ciptoadhisetiawan+analogi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194186863702337714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maafkan aku kalau tulisanku ini mengganggumu. Aku sendiri juga tidak yakin apakah benar menulis surat ini atau tidak. Tapi, kupikr, jika surat ini tidak pernah ada, mungkin tidak akan lagi ada kesempatan. Dengan tulisan ku yang berantakan ini&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;ha.. ha.. kamu menyebutnya cakar ayam, semoga masih bisa terbaca, aku memberanikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih teringat, tiap pagi kamu selalu telat bangun. Sulit sekali untukmu bangun pagi. Sering kali kamu tidak sarapan, langsung saja berangkat. Lihat saja, badan kamu jadi kurus begitu. Tahukah kamu? Aku sangat sedih. Aku bertekad berbuat sesuatu untukmu. Tiap pagi aku akan bangun pagi-pagi, aku akan teriak terus sampai kamu bangun. Sering kali, tenggorokanku sakit, suaraku hilang, tapi aku tetap berusaha teriak sampai kamu bangun. Sekarang mungkin kamu harus berjuang sendiri,&lt;br /&gt;maafkan aku, aku tidak bisa lagi membangunkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dokter, telurku banyak mengandung protein. Aku begitu bahagia bisa&lt;br /&gt;memberikan sesuatu dari diriku untukmu. Memang aku sulit sekali menerima ini, aku begitu sulit bertelur dengan harapan dapat anakku dapat segera menetas. Tapi sepertinya harapan itu tidak akan pernah terwujud. Setidaknya aku bisa melihatmu sehat karena telurku. Aku tidak pernah menyesal, karena aku mengasihimu, aku sangat mengasihmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, aku merasa aneh, daging pada tubuhku terasa membengkak, terutama bagian pahaku. Aku mulai bertanya kapan aku terakhir fitness. Tapi rupanya itu bukan hasil fitnessku selama ini, kamu telah melakukan sesuatu padaku. Seingatku sering kali aku tertusuk jarum yang tajam dan setelah itu, terasa ada carian yang masuk ke tubuhku. Pertama-tama kukira dengan badanku seperti ini, kamu ingin aku jadi atlit binaraga. Aku begitu bahagia, kamu begitu memperhatikanku. Ketika aku diangkut ke truk bersama teman-temanku, aku masih berpikir aku akan pergi ikut turnamen binaraga. Aku begitu bahagia berpikir bisa membawa pulang piala buatmu sampai aku sadar tempat apa yang kami tuju. Aku melihat teman-temanku sudah terkapar, darah mengucur dimana-mana, mereka sudah tidak beryawa. Teriakanku tertahan, Ini bukan gedung turnamen, ini adalah rumah jagal. Akhirnya&lt;br /&gt;aku mengerti, ternyata aku disuntik supaya dagingku besar, kamu akan&lt;br /&gt;menikmati dagingku. Tapi semua itu sudah terlambat. Aku takut sekali, aku ingin lari keluar tapi aku tak bisa, aku tak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-persatu temanku dimasukkan ke dalam sebuah alat yang besar,&lt;br /&gt;teriakan mereka begitu menyayat hati. Aku tahu pasti, sebentar lagi aku akan merasakannya. Aku heran, suara teriakan yang begitu keras, tidakkah itu mengganggumu? Mungkin kamu tidak mendegarnya atau lebih tepatnya tidak mau mendengarnya? Bukankah kita sama-sama mahkluk ciptaan Tuhan? Bukankah dulu kita saling mengasihi? Kenapa kamu berubah begitu cepat? Apakah aku benar-benar tidak bermakna di matamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktuku sudah hampir habis, sebentar lagi akan tiba giliranku. Sudah tidak ada gunanya lagi aku berbicara terlalu banyak. Ketika kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Hmm, mungkin juga aku sudah berada dalam perutmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada satu hal yang aku ingin sekali kamu tahu, bahwa aku masih mengasihmu, saudaraku. Aku doakan semoga kamu bisa hidup bahagia denga kasih. Semoga pengorbananku ini bermakna bagimu. Aku masih terus menantikan hari dimana kita bisa hidup bersama, saling mengasihi. Mungkinkah hari itu akan tiba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-2420988813795582228?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/2420988813795582228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=2420988813795582228&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2420988813795582228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2420988813795582228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/04/sepenggaln-surat-dari-ayam.html' title='sepenggal Surat dari ayam'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBV1brv6aLI/AAAAAAAAAbM/bMmLfjVRSIc/s72-c/ciptoadhisetiawan+analogi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-6815773778881343123</id><published>2008-04-28T12:57:00.005+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:02.689+07:00</updated><title type='text'>Ketulusan Sebuah Cinta dan keteladanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBVuR7v6aKI/AAAAAAAAAbE/920f4OB_OBw/s1600-h/ketulusan+cinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBVuR7v6aKI/AAAAAAAAAbE/920f4OB_OBw/s200/ketulusan+cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194178999617218722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. istrinya juga sudah tua. mereka menikah sudah lebih 32 tahun&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terj adi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menj adi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata "Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak....... ..bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2ku ........&lt;br /&gt;Jikalau perkawinan &amp;amp; hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah..... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kerongkongannya tersekat,... kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak Suyatno bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian ) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama.. dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-6815773778881343123?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/6815773778881343123/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=6815773778881343123&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6815773778881343123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/6815773778881343123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/04/ketulusan-sebuah-cinta-dan-keteladanan.html' title='Ketulusan Sebuah Cinta dan keteladanan'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SBVuR7v6aKI/AAAAAAAAAbE/920f4OB_OBw/s72-c/ketulusan+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-513782111000245840</id><published>2008-04-14T14:29:00.008+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:02.932+07:00</updated><title type='text'>Menulis Di Atas Pasir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SAMKKRnXN1I/AAAAAAAAAa8/EIjj-uCmBxs/s1600-h/analogimenulsi000pasir.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SAMKKRnXN1I/AAAAAAAAAa8/EIjj-uCmBxs/s200/analogimenulsi000pasir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189002367304415058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir &lt;span id="fullpost"&gt; Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menampar Pipiku Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga ia nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah ia oleh sahabatnya.Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu, Hari Ini, Sahabat Terbaik Ku Menyelamatkan Nyawaku Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya,Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu? Temannya sambil tersenyum menjawab,Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu. Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Marilah kita belajar menulis diatas pasir &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-513782111000245840?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/513782111000245840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=513782111000245840&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/513782111000245840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/513782111000245840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/04/menulis-di-atas-pasir.html' title='Menulis Di Atas Pasir'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/SAMKKRnXN1I/AAAAAAAAAa8/EIjj-uCmBxs/s72-c/analogimenulsi000pasir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-1666568681974499914</id><published>2008-03-03T13:52:00.005+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:03.210+07:00</updated><title type='text'>Gaji Ayah Berapa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R8un1IzDThI/AAAAAAAAAZk/14lTi6kNCCA/s1600-h/animasianakpolos.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R8un1IzDThI/AAAAAAAAAZk/14lTi6kNCCA/s320/animasianakpolos.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173413128301661714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seperti biasa Ghana, Kepala Cabang Sebuah perusahaan swasta terkemuka diJakarta, tiba dirumahnya pada pukul 9 malam. tidak seperti biasanya, Annisa, putri pertamanya yang baru duduk dikelas 3 SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama &lt;span id="fullpost"&gt; "kok, belum tidur?" sapa Ghana sambil mencium anaknya. biasanya Annisa memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika akan berangkat kantor pagi hari. sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Annisa berucap"aku nunggu Ayah pulang, sebab Annisa mo nanya..berapa sih gaji ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho tumben, kok nanya gaji Ayah? mau minta uang lagi, ya?" "ah..enggak pengen tau aja" ucap Annisa singkat. "OK..kamu boleh hitung sendiri, setiap hari ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.40.000,- setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu minggu libur, kadang Sabtu Ayah masih lembur. jadi Ayah dalam 1 bulan berapa hayooo?" Annisa berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. ketika Ghana beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Annisa berlari mengikutinya. "kalo satu hari Ayah dibayar Rp.400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp.40.000,- dong" katanya. "wah, pinter kamu. sudah sekarang cuci kaki, terus bobo' ya" perintah Ghana&lt;br /&gt;Tetapi Annisa tidak beranjak, sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, annisa kembali bertanya, " Ayah, aku boleh pinjem uang Rp.5000,- enggak?" "sudah, nggak usah macam-macam lagi, buat apa minta uang malam-malam begini? ayah capek, dan mau mandi dulu, tidurlah". "tapi Ayah..." Kesabaran Ghana pun habis. " Ayah bilang tidur!" hardiknya mengejutkan Annisa. anak kecil itupun berbalik menuju kamarnya. usai mandi, Ghan nampak menyesali hardiknya. ia pun menengok Annisa dikamar tidurnya. anak kesayangannya itu belum tidur. annisa didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.15.000,- di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Ghana berkata, "maafkan Ayah, Nak, Ayang sayang sekali sama Annisa. tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini? kalau mau beli mainan, besok kan bisa. jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun papa kasih" jawab Ghana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, aku enggak minta uang. aku hanya pinjam. nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini". "iya, tapi buat apa? tanya Ghana lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku menunggu Ayah dari jam 8. aku mau ajak Ayah main ular tangga. tiga puluh menit aja. mama bilang kalo waktu ayah itu berharga. jadi, aku mau ganti waktu ayah, aku buka tabunganku, hanya Rp.15.000,- tapi karena Ayah bilang satu jam dibayar Rp.40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.20.000,- tapi duit tabunganku kurang Rp.5000,- makanya aku mau pinjam dari ayah" kata polos Annisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghana pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. dia baru menyadari ternyata limpahan harta yangdia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunaikan hak sesuai tempatnya. paling tidak hak Tuhan kita, hak fisik kita dan hak sesama manusia (kiriman email kawan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-1666568681974499914?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/1666568681974499914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=1666568681974499914&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/1666568681974499914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/1666568681974499914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2008/03/gaji-ayah-berapa.html' title='Gaji Ayah Berapa?'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R8un1IzDThI/AAAAAAAAAZk/14lTi6kNCCA/s72-c/animasianakpolos.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-9040769670039202026</id><published>2007-03-25T13:00:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:03.524+07:00</updated><title type='text'>Cerita Cinta Nyata Chip Adhitya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A12sai1tI/AAAAAAAAARY/nT6f-D92lCg/s1600-h/For%2BLove.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134162788954068690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A12sai1tI/AAAAAAAAARY/nT6f-D92lCg/s200/For%2BLove.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika Putri mendadak memutuskan cintanya, Chip Adhitya berubah jadi pemurung. Dan ketika gadis pujaannya itu menikah diam-diam di Surabaya, Chip Adhitya betul-betul frustrasi. Dia tak mau makan-minum &lt;span id="fullpost"&gt;sehingga akhirnya terkena tifus Betapa ironis, ketika mantan kekasihnya tengah menikmati bulan madu di Bali, dia justru terbaring di rumah sakit Lalu.. apakah yang dapat dilakukan seorang ayah untuk menghibur anak lelakinya yang patah hati? Untuk membangkitkan kembali semangat juangnya yang hampir mati? Chip Adhitya adalah anak yang cemerlang. Sejak kecil dia selalu jadi bintang kelas. Namun, anak itu pendiam dan perasa.&lt;br /&gt;"Kamu betul-betul menuruni darah Ayah. Selalu serius, mendalam, dan penuh ketulusan kalau mencintai perempuan. Sehingga, kalau putus cinta betul-betul terpuruk. Padahal, seperti kata peribahasa, dunia ini tidak sedaun kelor. Di dunia ini begitu banyak wanita, Nak," ujarku saat berbicara dari hati ke hati sepulangnya ia dari rumah sakit.&lt;br /&gt;"Tapi tidak ada yang secantik dan sebaik Putri, Yah. Dia yang dulunya tak pakai kerudung, kini mulai belajar pakai kerudung. Tapi kenapa ketika keislamannya semakin sempurna, kok dia tega meninggalkan saya dan menikah dengan manajer perusahaan elektronik itu?"&lt;br /&gt;"Sudahlah, Nak. Sesuatu yang lepas dari tangan kita memang selalu kelihatan indah. Begitu pula kalau kita kehilangan perempuan yang kita cintai. Mata kita tertutup bahwa di sekeliling kita masih banyak perempuan lain yang mungkin lebih baik dari dia."&lt;br /&gt;"Aku baru sekali ini jatuh cinta, Yah. Selama SMU dan kuliah, waktuku lebih banyak aku habiskan untuk belajar, dan organisasi ilmiah di kampus."&lt;br /&gt;"Ayah paham, Nak. Ayah mau buka rahasia. Sewaktu SMU dulu Ayah mengalami nasib yang mirip kamu. Cinta tak kesampaian, padahal Ayah dan Rini, nama perempuan itu, sama-sama saling mencintai. Bertahun-tahun Ayah nyaris frustrasi dan tak pernah mampu menghilangkan bayang wajahnya. Sampai kemudian, lima tahun setelah itu, Tuhan mempertemukan Ayah dengan ibumu. Dia wanita tercantik di Cianjur ketika itu. Baru lulus SMU. Banyak sekali pemuda yang mengincar ibumu. Entahlah, kenapa dia mau menikah dengan Ayah yang ketika itu masih berstatus mahasiswa dan belum punya pekerjaan, kecuali menjadi penulis free lance di koran. Kami menikah hanya dua minggu sejak pertama kali bertemu." Chip Adhitya termenung. Mungkin ia merenungkan kalimat demi kalimat yang tadi aku ucapkan.&lt;br /&gt;"Nak, laki-laki itu ibarat buah kelapa. Makin tua, makin bersantan. Biarpun jelek, botak dan gendut, kalau punya kedudukan, berharta, dan terkenal, maka gadis-gadis muda antri untuk mendapatkannya. Untuk sekadar jadi teman kencan maupun istri sungguhan."&lt;br /&gt;"Benarkah?"&lt;br /&gt;"Ya. Dengan modal hanya sebagai wartawan senior dan novelis top saja, Ayahmu ini seringkali digilai oleh perempuan-perempuan muda. Mereka berusaha mencuri perhatian Ayah dengan berbagai cara. Kalau Ayah tidak kuat iman, Ayah mungkin sering kencan dengan banyak perempuan. Kalau Ayah kurang sabar, Ayah mungkin beristri dua, tiga, atau bahkan empat."&lt;br /&gt;"Apa yang membuat Ayah bertahan dengan Ibu?"&lt;br /&gt;"Dia perempuan yang hebat. Kesabaran, ketulusan, kehangatan dan kasih sayangnya luar biasa. Hal itu telah ditunjukkannya saat Ayah masih belum punya apa-apa, belum diperhitungkan orang, bahkan dilirik sebelah mata pun tidak. Kami menikah dalam keadaan miskin. Bahkan cincin kawin untuk ibumu baru Ayah belikan lima tahun setelah pernikahan.Tahun-tahun pertama pernikahan, kami sering makan hanya nasi dan garam saja. Namun tak pernah sekalipun Ayah mendengar ibumu mengeluh atau menunjukkan air muka masam. Sebaliknya, Beliau selalu berusaha membesarkan hati Ayah. Bahwa Ayah punya potensi. Bahwa Ayah suatu hari nanti akan jadi orang hebat di bidang sastra maupun jurnalistik. Dua puluh delapan tahun perkawinan dengan ibumu sungguh merupakan perjalanan hidup yang amat berarti bagi Ayah. Itulah yang membuat Ayah tak pernah mau berpaling kepada perempuan lain. Rasanya sungguh tak adil, setelah menjadi orang yang terkenal dan punya uang, Ayah lalu mencari perempuan lain untuk membagi cinta ataupun sekadar bersenang-senang."&lt;br /&gt;"Ayah beruntung mendapatkan perempuan sebaik ibu. Tapi aku? Satu-satunya perempuan yang aku cintai kini telah pergi."&lt;br /&gt;"Jangan menyerah dulu, Nak. Cuti doktermu 'kan masih tiga hari lagi. Bagaimana kalau besok Ayah ajak kau jalan-jalan keliling Jakarta? Kita santai dan cari makan yang enak. Siapa tahu kamu bisa melupakan Putri-mu dan mendapatkan pengganti yang lebih baik."Chip Adhitya tidak langsung menjawab.&lt;br /&gt;"Ayolah, Nak. Ayah yang akan jadi sopirmu. Kau tinggal duduk di jok depan. Oke?" Lama baru Chip Adhitya mengangguk.&lt;br /&gt;"Baiklah, Ibu ikut?"&lt;br /&gt;"Tidak. Ini urusan laki-laki, Nak," sahutku seraya tertawa. Hari pertama aku mengajak Chip Adhitya berkeliling Mal Pondok Indah.&lt;br /&gt;Mal yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan itu selalu ramai dikunjungi orang-orang berduit. Hanya dalam hitungan jam kita bisa menyaksikan puluhan bahkan ratusan perempuan muda, cantik dan seksi, keluar masuk mal. Umumnya mereka mengenakan pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk fisiknya, seperti dada, udel, pantat, paha, ketiak dan punggungnya.&lt;br /&gt;Seusai Maghrib aku mengajak Chip Adhitya nonton film di Kartika Chandra 21 yang terletak kawasan Segi Tiga Emas Jakarta, tepatnya Jalan Gatot Subroto. Di sini banyak sekali pasangan yang datang menonton. Umumnya perempuan-perempuannya mengenakan gaun malam yang seksi dan terbuka.&lt;br /&gt;Banyak juga yang memakai rok mini ataupun celana blue jean ketat di bawah pinggang sehingga sering kali memperlihatkan celana dalam pemakainya. Hari kedua aku mengajak Chip Adhitya pergi ke kantor sebuah bank syariah.&lt;br /&gt;"Ayah mau setor tabungan dulu sekaligus mau buka rekening khusus zakat. Mau ikut masuk?" Chip Adhitya mulanya enggan.&lt;br /&gt;"Ayolah." Akhirnya ia mau juga ikut. Kami menemui salah seorang customer service officer. Laili namanya.&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum, Pak Irwan. Ada yang bisa saya bantu?" suaranya bening dan terkesan manja, namun tidak dibuat-buat. Balutan jilbab coklat itu tak mampu menyembunyikan posturnya yang semampai dan wajah selembut kabut.&lt;br /&gt;"Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili. Saya ingin membuka rekening khusus untuk zakat. Oh, ya, kenalkan ini anak sulung saya. Chip Adhitya. Chip Adhitya, ini Mbak Laili."&lt;br /&gt;"Assalaamu'alaikum, Mas Chip Adhitya."&lt;br /&gt;"Wa'alaikumsalaam, Mbak Laili."&lt;br /&gt;"Chip Adhitya kerja di gedung ini juga, Mbak Laili. Lantai 12."&lt;br /&gt;"Oh, ya?" Laili agak terkejut.&lt;br /&gt;"Kalian pasti enggak pernah bertemu 'kan? Inilah penyakit zaman modern, orang-orang berkantor di satu gedung tapi bisa bertahun-tahun tak pernah berjumpa," kataku sambil tertawa. Bibir tipis Laili mengukir segurat senyum.&lt;br /&gt;"Soalnya Mas Chip Adhitya enggak pernah buka tabungan di bank syariah. Duitnya disimpan di bank konvensional semua ya?"&lt;br /&gt;Laili punya selera humor yang bagus. Kulihat Chip Adhitya tersenyum kecil.&lt;br /&gt;"Insya Allah saya akan buka rekening di bank syariah, Mbak." Keluar dari bank syariah itu, aku mengajak Chip Adhitya menghadiri pameran buku Islam di Istora Senayan Jakarta. Pameran yang menampilkan puluhan penerbit Islam itu setiap hari dihadiri oleh puluhan ribu orang. Berbeda dengan pemandangan di Mal Pondok Indah dan KC-21, di sini kebanyakan perempuan muda yang datang mengenakan jilbab. Wajah mereka kelihatan bersih dan matanya lebih suka menunduk ketimbang jelalatan mencari perhatian lelaki.&lt;br /&gt;Seusai menonton pameran buku, aku mengajak Chip Adhitya mampir di Hotel Gran Melia, yang terletak di Jl HR Rasuna Said. Kami memesan es lemon tea dan pisang goreng keju.&lt;br /&gt;"Oke. Mari kita bahas perjalanan dua hari kita. Kamu masih ingat perempuan-perempuan muda di Mal Pondok Indah dan KC-21 kemarin?" Dia cuma mengangguk.&lt;br /&gt;"Wanita-wanita seperti itu menyenangkan untuk dilihat dan dibawa ke pesta-pesta, tapi belum tentu membuatmu bahagia. Sebaliknya perempuan-perempuan muda berjilbab yang kita saksikan di pameran buku Islam dan bank syariah tadi, mereka lebih mungkin membuatmu menjadi seorang lelaki yang dihargai dan meraih kebahagiaan sejati. Ayah yakin, di antara mereka itu pasti ada perempuan impian."&lt;br /&gt;"Seperti apakah perempuan impian itu, Yah?" Aku menyeruput es lemon tea yang tinggal separoh.&lt;br /&gt;Kemudian mencomot sepotong pisang goreng keju. Chip Adhitya menunggu dengan tidak sabar.&lt;br /&gt;"Seperti apa, Yah?"&lt;br /&gt;"Kalau kamu bertemu dengan seorang perempuan yang berpadu pada dirinya kehangatan seorang Siti Khadijah, serta kemanjaan dan kecerdasan seorang Siti Aisyah dua di antara istri-istri Rasulullah itulah perempuan impian."&lt;br /&gt;"Seandainya aku menjumpai perempuan yang seperti itu, apa yang harus aku lakukan?"&lt;br /&gt;"Jangan tunggu esok atau lusa. Telepon Ayah saat itu juga. Ayah akan segera melamarkannya untukmu, dan kau harus menikah dengannya paling lambat seminggu setelah itu. Jika kamu mendapatkan perempuan seperti itu dalam hidupmu, dunia ini kecil dan nyaris tak berarti. Rasul pernah berkata, bahwa seorang perempuan yang salehah lebih berharga dari dunia ini beserta isinya."&lt;br /&gt;Seminggu kemudian. Aku tengah menulis sebuah ficer tentang pengoperasian bus way di Jakarta ketika HP-ku berdering.&lt;br /&gt;Dari Chip Adhitya:&lt;br /&gt;"Ayah, aku sudah dapatkan calon istri. Seorang wanita salehah yang bisa membuatku hidup bahagia." Suaranya terdengar bersemangat.&lt;br /&gt;"Oh, ya, siapa namanya?"&lt;br /&gt;"Nantilah Ayah akan aku kenalkan."&lt;br /&gt;Berselang lima menit kemudian, Yanti, staf humas bank syariah menelepon. "Assalaamu'alaikum, Pak Irwan. Tadi Chip Adhitya buka rekening di bank syariah. Dia mengobrol cukup lama dengan salah seorang customer service officer kami. Bapak pasti tahu yang saya maksudkan."&lt;br /&gt;Aku menutup Nokia 9500 itu. Lalu memandang ke luar jendela kantor.&lt;br /&gt;"Alhamdulillah. Akhirnya kau temukan perempuan impianmu, Nak." &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-9040769670039202026?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/9040769670039202026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=9040769670039202026&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/9040769670039202026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/9040769670039202026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2007/03/cerita-cinta-nyata-chip-adhitya-dengan.html' title='Cerita Cinta Nyata Chip Adhitya'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A12sai1tI/AAAAAAAAARY/nT6f-D92lCg/s72-c/For%2BLove.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-2328604005536816944</id><published>2007-03-25T11:57:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:03.716+07:00</updated><title type='text'>Kisah Kepala Ikan dan Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2Ecai1uI/AAAAAAAAARg/hsR8NukWzNw/s1600-h/Analogi%2BFish%2Bn%2BLove.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134163025177269986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2Ecai1uI/AAAAAAAAARg/hsR8NukWzNw/s200/Analogi%2BFish%2Bn%2BLove.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpst"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Alkisah, pada suatu hari, diadakan sebuah pesta emas peringatan 50 tahun pernikahan sepasang kakek -nenek. Pesta ini pun dihadiri oleh keluarga besar kakek dan nenek tersebut beserta kerabat dekat dan kenalan Pasangan kakek-nenek ini dikenal sangat rukun &lt;span class="fullpost"&gt;tidak pernah terdengar oleh siapapun bahkan pihak keluarga mengenai berita mereka perang mulut Singkat kata, mereka telah mengarungi bahtera pernikahan yang cukup lama bagi kebanyakan orang&lt;br /&gt;Mereka telah dikaruniai anak-anak yang sudah dewasa dan mandiri baik secara ekonomi maupun pribadi. Pasangan tersebut merupakan gambaran sebuah keluarga yang sangat ideal.&lt;br /&gt;Di sela-sela acara makan malam yang telah tersedia, pasangan yang merayakan peringatan ulang tahun pernikahan mereka ini pun terlihat masih sangat romantis. Di meja makan, telah tersedia hidangan ikan yang sangat menggiurkan yang merupakan kegemaran pasangan tersebut.&lt;br /&gt;Sang kakek pun, pertama kali melayani sang nenek dengan mengambil kepala ikan dan memberikannya kepada sang nenek, kemudian mengambil sisa ikan tersebut untuknya sendiri.&lt;br /&gt;Sang nenek melihat hal ini, perasaannya terharu bercampur kecewa dan heran. Akhirnya sang nenek berkata kepada sang kakek:&lt;br /&gt;"Suamiku, kita telah melewati 50 tahun bahtera pernikahan kita. Ketika engkau memutuskan untuk melamarku, aku memutuskan untuk hidup bersamamu dan menerima dengan segala kekurangan yang ada untuk hidup sengsara denganmu walaupun aku tahu waktu itu kondisi keuangan engkau pas-pasan. Aku menerima hal tersebut karena aku sangat mencintaimu. Sejak awal pernikahan kita, ketika kita mendapatkan keberuntungan untuk dapat menyantap hidangan ikan, engkau selalu hanya memberiku kepala ikan yang sebetulnya sangat tidak aku suka, namun aku tetap menerimanya dengan mengabaikan ketidaksukaanku tersebut karena aku ingin membahagiakanmu.Aku tidak pernah lagi menikmati daging ikan yang sangat aku suka selama masa pernikahan kita. Sekarangpun, setelah kita berkecukupan, engkau tetap memberiku hidangan kepala ikan ini. Aku sangat kecewa, suamiku. Aku tidak tahan lagi untuk mengungkapkan hal ini."&lt;br /&gt;Sang kakek pun terkejut dan bersedihlah hatinya mendengarkan penuturan Sang nenek. Akhirnya, sang kakek pun menjawab,&lt;br /&gt;"Istriku, ketika engkau memutuskan untuk menikah denganku, aku sangat bahagia dan aku pun bertekad untuk selalu membahagiakanmu dengan memberikan yang terbaik untukmu. Sejujurnya, hidangan kepala ikan ini adalah hidangan yang sangat aku suka. Namun, aku selalu menyisihkan hidangan kepala ikan ini untukmu, karena aku ingin memberikan yang terbaik bagimu. Semenjak menikah denganmu, tidak pernah lagi aku menikmati hidangan kepala ikan yang sangat aku suka itu. Aku hanya bisa menikmati daging ikan yang tidak aku suka karena banyak tulangnya itu. Aku minta maaf, istriku."&lt;br /&gt;Mendengar hal tersebut, sang nenek pun menangis.&lt;br /&gt;Merekapun akhirnya berpelukan. Percakapan pasangan ini didengar oleh sebagian undangan yang hadir sehingga akhirnya merekapun ikut terharu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-2328604005536816944?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/2328604005536816944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=2328604005536816944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2328604005536816944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/2328604005536816944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2007/03/kisah-kepala-ikan-dan-cinta.html' title='Kisah Kepala Ikan dan Cinta'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2Ecai1uI/AAAAAAAAARg/hsR8NukWzNw/s72-c/Analogi%2BFish%2Bn%2BLove.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2236303396153515353.post-7706173384487811761</id><published>2007-03-08T11:39:00.001+07:00</published><updated>2008-12-12T06:31:03.844+07:00</updated><title type='text'>Kisah Tentang Apel</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2c8ai1vI/AAAAAAAAARo/-HCasHhhVVU/s1600-h/analogi%2B%2BAple%2BHistory.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5134163446084065010" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2c8ai1vI/AAAAAAAAARo/-HCasHhhVVU/s200/analogi%2B%2BAple%2BHistory.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yangamat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemar bermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari. Dia memanjat pohon tersebut &lt;span id="fullpost"&gt;memetik serta memakan apel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya dia beristirahat lalu terlelap di perdu pohon apel tersebut Anak lelaki tersebut begitu menyayangi tempat permainannya Pohon apel itu juga menyukai anak tersebut Masa berlalu... anak lelaki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskan masanya setiap hari bermain di sekitar pohon apel tersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepada pohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. "Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu." Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemarbermain dengan engkau," jawab remaja itu." Aku mahukan permainan. Aku perlukan wang untukmem belinya," tambah remaja itu dengan nada yang sedih.Lalu pohon apel itu berkata, "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, petiklah apel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkan uang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan."&lt;br /&gt;Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi selepas itu. Pohon apel itu merasa sedih. Masa berlalu...Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa.&lt;br /&gt;Pohon apel itu merasa gembira."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohon apel itu."Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkahkau menolongku?" Tanya anak itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku. Aku tidak mempunyai rumah. Tetapi kauboleh memotong dahan-dahan ku yang besar ini dan kau buatlah rumah daripadanya." Pohon apel itu memberikan cadangan.Lalu, remaja yang semakin dewasa itu memotong kesemuadahan pohon apel itu dan pergi dengan gembiranya. Pohon apel itu pun turut gembira tetapi kemudiannya merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagiselepas itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari yang panas, seorang lelaki datang menemui pohon apel itu. Dia sebenarnya adalah anak lelaki yang pernah bermain-main dengan pohon apel itu. Dia telahmatang dan dewasa."Marilah bermain-mainlah di sekitarku," ajak pohonapel itu." Maafkan aku, tetapi aku bukan lagi anak lelaki yangsuka bermain-main di sekitarmu. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk belayar. Malangnya, aku tidak mempunyai boat. Bolehkah kau menolongku?" tanya lelaki itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mempunyai boat untuk diberikan kepada kau. Tetapi kau boleh memotong batang pohon ini untuk dijadikan boat. Kau akan dapat belayar dengangembira," kata pohon apel itu. Lelaki itu merasa amat gembira dan menebang batang pohon apel itu. Dia kemudiannya pergi dari situ dengan gembiranya dan tidak kembali lagi selepas itu. Namun begitu, pada suatu hari, seorang lelaki yang semakin dimamah usia, datang menuju pohon apel itu. Dia adalah anak lelaki yang pernah bermain di sekitar pohon apelitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku. Aku tidak ada apa-apa lagi untukdiberikan kepada kau. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangkuuntuk kau buat boat. Aku hanya ada tunggul dengan akaryang hampir mati..." kata pohon apel itu dengan nadapilu."&lt;br /&gt;Aku tidak mahu apelmu kerana aku sudah tiada bergigiuntuk memakannya, aku tidak mahu dahanmu kerana akusudah tua untuk memotongnya, aku tidak mahu batang pohonmu kerana aku berupaya untuk belayar lagi, akumerasa lelah dan ingin istirahat," jawab lelaki tuaitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika begitu, istirahatlah di perduku," kata pohonapel itu.Lalu lelaki tua itu duduk beristirahat di perdu pohon apel itu dan beristirahat. Mereka berdua menangiskegembiraan.&lt;br /&gt;Tersebut. Sebenarnya, pohon apel yang dimaksudkan didalam cerita itu adalah kedua-dua ibu bapa kita. Bilakita masih muda, kita suka bermain dengan mereka.Ketika kita meningkat remaja, kita perlukan bantuanmereka untuk meneruskan hidup. Kita tinggalkan mereka,dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita didalam kesusahan. Namun begitu, mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dangembira dalam hidup.Anda mungkin terfikir bahwa anak lelaki itu bersikapkejam terhadap pohon apel itu, tetapi fikirkanlah, ituhakikatnya bagaimana kebanyakan anak-anak masa kinimelayan ibu bapa mereka. Hargailah jasa ibu bapakepada kita. Jangan hanya kita menghargai mereka semasa menyambut hari ibu dan hari bapa setiap tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2236303396153515353-7706173384487811761?l=ciptoadhisetiawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/feeds/7706173384487811761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2236303396153515353&amp;postID=7706173384487811761&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/7706173384487811761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2236303396153515353/posts/default/7706173384487811761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ciptoadhisetiawan.blogspot.com/2007/03/kisah-tentang-apel-suatu-masa-dahulu_08.html' title='Kisah Tentang Apel'/><author><name>Cipto Adhi Setiawan</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp3.blogger.com/__K0d2vjaMD0/SGs3Ln1Qm8I/AAAAAAAAAcE/ONnSI8M5UqA/S220/masenchipz.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__K0d2vjaMD0/R0A2c8ai1vI/AAAAAAAAARo/-HCasHhhVVU/s72-c/analogi%2B%2BAple%2BHistory.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
